Rabu, 13 September 2017
Konferensi Internasional Bertema Ekonomi Rumah Tangga
Konferensi Internasional Bertema Ekonomi Rumah Tangga
Portal Harapan Bangsa - Surabaya Konferensi Internasional tentang Ekonomi Rumah Tangga Pertama, dalam kesehatan dan gairah yang baik. Ini adalah konferensi internasional pertama yang diselenggarakan oleh Departemen Ekonomi Rumah Tangga (dikenal dengan PKK, Pendidikan Kesejahreraan Keluarga) Unesa.
Pada tahun-tahun sebelumnya, PK menyelenggarakan seminar nasional Bosaris (Boga, Busana dan Rias; Makanan, Fashion Design, dan Cosmetology) setiap tahunnya. Dengan pengalaman mengorganisir seminar nasional, dan juga mempertimbangkan kebutuhan untuk memperbaiki publikasi ilmiah internasional, konferensi internasional perlu dilakukan.
Selain itu, konferensi ini juga membuka kemungkinan jejaring antar dosen, peneliti, praktisi, dan juga asosiasi profesi di bidang Ekonomi Rumah Tangga.Tema konferensi ini adalah "Ekonomi Rumah Tangga menuju SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan)." Mengapa tema ini dipilih
Seperti yang kita ketahui, sebanyak 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mencapai sebuah kesepakatan mengenai dokumen agenda pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada hasil (MDGs) yang berjudul, "Mengubah Dunia Kita: Agenda 2030 untuk Pembangunan yang Berkelanjutan". Meskipun demikian, masih ada kesenjangan dalam Millennium Development Goals (MDGs) Ketimpangan ekonomi bertahan antara keluarga termiskin dan terkaya, dan daerah pedesaan dan perkotaan. Anak-anak dari 20 persen rumah tangga termiskin dua kali lebih mungkin mengalami pertumbuhan kerdil, dibandingkan dengan anak-anak dari 20 persen rumah tangga terkaya,
juga empat kali lebih cenderung putus sekolah Kondisi ini terjadi di seluruh dunia, termasuk di indonesia dalam upaya mengurangi kesenjangan dan meminimalkan dampak dari permasalahan tersebut di atas, maka perlu memainkan peran rumah tangga sebagai yang terkecil. unit masyarakat Peran aktif rumah tangga dapat diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk makanan, pakaian, tempat tinggal, kesehatan dan sekurit, dan akses terhadap pendidikan.
melalui pemanfaatan inovasi, teknologi, informasi dan komunikasi. Berdasarkan latar belakang ini, konferensi tersebut diselenggarakan sebagai pertemanan komunitas ekonomi rumah tangga untuk memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pencapaian sasaran. Keterlibatan akademisi, praktisi, pemerhati pendidikan, dan birokrat.(TH)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar