Sabtu, 09 September 2017

Siswa Meninggal Karena Pasca Imunisasi MR Disekolah Itu Hoax

Siswa Meninggal Karena Pasca Imunisasi MR Disekolah Itu Hoax

Portal Harapan Bangsa -Lumajang Soal meninggalnya Sarifah (11) pasca mengikuti imunisasi MR disekolahnya yakni SDN Jogoyudan 2 Kabupaten Lumajang, ini klarifikasi resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Jawa Timur, Dr. Tri Woro pada sejumlah awak media dalam Jumpa Pers, Sabtu (9/9).

Dr. Triworo menyampaikan, kalau sebab itu bukan dari hal lain, melainkan sebelumnya siswa tersebut sudah mengalami sakit.

"Sebelumnya sudah ada penyuluhan, dan juga ada diagnosa awal. Saat kami melakukan takjiyah, anak tersebut tidak mengakui kalau dirinya sakit, dari orang tuanya juga sama tidak menyampaikan, sewaktu disuntik anak tersebut didampangi bukan oleh guru kelasnya," katanya dihadapan awak media.

Disisi lain, Dr. Retno, salah satu spesialis anak di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Haryoto Lumajang juga menambahkan jika Rubella ini sudah ada di wilayah Lumajang.

Ia mengatakan, bahwa kelainan kekebalan tubuh anak didapatkan setelah imunisasi tidak selalu berhubungan vaksin.

"Jangan sampai masyarakat dibuat bingung. Bisa saja dampak tersebut dari penyakit sebelumnya," jelas Dr. Retno.

"Kalau semisal anak tersebut menderita pilek flu dan panas, maka mereka akan ditunda untuk suntik MR nya, bukan tidak diberikan, cuma ditunda sampai anak tersebut sembuh," tukasnya.

Namun ada kriteria penderita apa yang tidak boleh disuntik MR seperti penderita HIV tidak boleh diberikan suntikan vaksin MR tersebut.(Red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar