Selasa, 26 September 2017

UNESA Pertama Kalinya Menganugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa

UNESA Pertama Kalinya Menganugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa

Portal Harapan Bangsa - Surabaya Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk pertama kalinya menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa. Gelar Doktor Honoris Causa diberikan kepada Ir Abdul Kadir Baradja dalam Rapat Terbuka Senat UNESA di Gedung Rektorat UNESA pada Selasa (26/9).

Selain dihadiri Senat Guru Besar UNESA, turut hadir dalam rapat terbuka senat tersebut Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan, Sholahuddin Wahid, Prof Roem Rowi dan tokoh-tokoh lain.

Anies Baswedan mengatakan Abdul Kadir Baradja sangat layak mendapatkan gelar Honoris Causa di bidang pendidikan karena menghibahkan diri sepenuhnya untuk pendidikan, dan selalu melakukan Inovasi pendidikan dengan metode terbaru.

“Pak Kadir ini adalah seorang yang semangat islamnya kuat, sekaligus juga progresif dalam menyerap pengetahuan, beliau pendidik juga entrepreuner, beliau tidak hanya berkarya di depan kelas tapi karyanya luar biasa banyak”, kata Anies.

Ada ketidak percayaan  pada lulusan universitas untuk bertarung di dunia kerja. Bahkan peran guru diambil alih oleh Google, karena kebanyakan anak-anak sekarang lebih suka mencari tahu sesuatu melalui Google atau Youtube.

Sementara Kyai Solahuddin Wahid dalam wawancara dengan media usai acara mengatakan bahwa  Kadir adalah sosok yang berdedikasi dalam bidang pendidikan.
“Kunci pendidikan ada di sosok guru, di negara maju mungkin 10 terbaik tamatan SMA yang menjadi guru, kalau di Indonesia tidak. Kesejahteraan yang diterima menjadi guru itu kurang, Ir. Kadir ingin melawan itu semua dengan mencari orang-orang terbaik di Indonesia yang dibiayai untuk menjadi Guru”, terang adik kandung Gus Dur ini.

Hal tersebut menyebabkan kemampuan Guru dan Dosen dipertanyakan”, terang pakar kurikulum ini. 
Sementara itu dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Menyiapkan Guru Pejuang Dalam Rangka Melahirkan Generasi Unggul Untuk Indonesia Abad 21, Ir. Abdulkadir Baraja meyakini Universitas spesial bukan melahirkan pekerja guru namun, pejuang yang terampil sebagai guru. (TH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar